Postingan

Menampilkan postingan dengan label Essay

Perempuan dalam Ekstasi Komunikasi

Gambar
Kehidupan manusia awal abad 21 ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi dan komuniakasi (TIK). Bahkan, informasi itu sendiri sudah menjadi konsumsi wajib di setiap waktunya. Mulai bangun pagi, hingga menjelang tidur, manusia mengonsumsi informasi secara rutin. Dulu, kita berlomba-lomba mencari informasi. Sifatnya yang sangat sulit terjangkau menjadikan informasi itu sangat penting dan berharga. Masa itu telah lewat. Sekarang, informasi itu hadir dalam keberlebihan, keberlimpahan, dan keberagaman. Informasi kini hadir seperti udara dalam kehidupan ini, begitu kuat, banyak, pokok, namun receh. Perkembangan TIK luar biasa pesat ketimbang intelektual manusia itu sendiri. Dua hal itu berjalan tidak berdampingan, meskipun TIK adalah hasil dari buatan Manusia. TIK pada dewasa ini menghasilkan hal yang sangat berlebihan, terutama produk informasinya. Keberlebihan itulah yang pada akhirnya mampu mengontrol, mengendalikan, merangsang, membujuk, merayu, mengekploitasi pelakunya. Ji...

Bonek Itu Suporter Bola, Bukan Manajemen Bola

Gambar
Suporter itu mendukung tim, bukan mengurusi tim. Masalah seperti pernyataan singkat saya itu sedang melanda klub yang berjuluk bajol ijo. Klub yang memiliki jumlah penonton terbanyak di liga 1 2018 itu sedang dipanas-panasi oleh suporternya sendiri. Maklum, namanya juga supporter, sukanya memang manas-manasi.  

Ekstasi dalam Cerpen Riwayat Sebuah Pistol Perspektif Wacana Hiper

Gambar
Bicara tentang hiperealitas, paradigma kita langsung mengacu pada pemikir Perancis, Jean Baudrillard. Filsuf yang mengkritisi mode dan teknologi media tersebut menjelaskan bahwa setiap wacana media yang dibentuk selalu bersifat hiper. Makna wacana yang ada di dalamnya sudah berbaur, antara nyata-ilusi, benar-salah, asli-palsu, tiruan-mitasi, dll sudah menjadi satu-kabur. Makna dalam dunia hiper sudah mati. Yang hadir dalam dunia tersebut hanyalah citra dan efek. Citra dan efek itu terjadi akibat adanya keberlimpahan makna yang oleh Baudrillard disebut dengan ekstasi. Dalam hal ini, cerpen Riwayat Sebuah Pistol karya Aris Rahman bisa dimasukkan ke dalam perspektif itu.

Artis Indonesia Sering Mandul dan Masturbasi

Selain berperan sebagai publik figure, artis-artis Indonesia juga berperan sebagai sosok yang mandul. Hal itu karena tingkah artis-artis Indonesia hanya memfokuskan pada kesenangan, popularitas, serta kenikmatan semata. Para artis tidak mampu menjangkau puncak dari peran mereka sebagai publik figur.

Mari Kita Undang Dewa ke Dalam Cyberspace

Gambar
Menurut kamu, apa yang nggak diketahui google? Pertanyaan itu sangat menohok pengetahuan manusia abad millennium ini. Pertanyaan itu nongol di salah satu akun instagram Catatanstory. Bila pertanyaan itu diajukan kepada pembaca, kira-kira jawaban apa yang bisa diberikan pembaca? Mayoritas akan menampakkan kebingungan, nyengir, lalu pada akhirnya memberi jawaban yang cenderung aneh dan dangkal.

Patriarki Dalam Lagu “Bojo Galak” Via Vallen

  Lagu “Bojo Galak” merupakan lagu beraliran dangdut elektrik yang pernah viral. Lagu yang dibawakan oleh Via Vallen ini dilihat hampir 55juta kali. Lagu yang berlirik bahasa jawa ini sontak menjadi lagu umum yang begitu popular. Belum lagi, penyanyi lagu ini merupakan artis cantik yang sedang naik daun.

Produksi Wacana Dalam Cerpen “Tahi Lalat” karya M. Shoim Anwar

Gambar
Relasi kuasa wacana ialah suatu bentuk keterkaitan subjek yang mengikat antara subjek satu dengan yang lainnya. Subjek-subjek inilah yang menjadi titik tolak atas suatu wacana yang berjalan dan berproduksi. Konsep tersebut jelas terlihat pada cerpen “Tahi Lalat” karya M. Shoim Anwar.

Alih Wahana Dari Puisi “Bandara Internasional Abu Dhabi” Menjadi Cerpen “Sorot Mata Syaila”

Gambar
Shoim Anwar ialah salah satu cerpenis yang dimiliki Indonesia. Karya-karyanya sering dimuat di koran mingguan Jawa Pos. Termasuk cerpen terbarunya yang berjudul “Sorot Mata Syaila” dimuat koran mingguan Jawa Pos 14 Januari 2018. Cerpen itu berlatar dini hari di sebuah bandara Internasional Abu Dhabi. Dalam cerpen itu, penulis mengangkat konsep surealis. Hal itu terlihat dari akhir kisah itu yang dibuat tertutup dan penuh tanya. Secara lebih rinci, cerpen itu mengisahkan seorang perempuan bernama Syaila yang bertemu dengan seorang terdakwa. Penulis membuat suasana yang sangat mesrah saat adegan pertemuan tersebut. Dalam suasana mesrah itulah penulis menyuguhkan suatu bentuk kritik sosial. Kritik sosial tersebut diangkat dari problem perkara yang begitu heboh. Hal itu jelas terlihat dari pernyataan “ termasuk sengaja tidak hadir saat dipanggil untuk diperiksa penyidik”. Selain itu, pernyataan lain yang menunjukkan hal serupa terlihat pada kutipan di bawah ini. “Bagiku, pergi mela...

Pembunuhan Karakter Tokoh dalam Novel Aroma Karsa

Gambar
Novel Aroma Karsa adalah buah kreatifitas terbaru dari penulis Dewi Lestari atau biasa akrab dipanggil Dee Lestari. Penulis serial Supernova ini kembali menghadirkan karya fiksi yang imajinatif. Aroma Karsa ialah buku Dee yang ke-12. Dengan terlebih dahulu melansir versi digitalnya, novel yang berlatar tiga tempat (Bantaran Gebang, Paris, dan Gunung Lawu) ini berhasil membangkitkan kembali demam cerita bersambung pada era milenial ini. Novel yang terdiri hampir 700halaman dan 61Bab ini secara cerita dan gaya bahasa sangat mengalir. Dalam Aroma Karsa , Dee benar-benar menunjukkan kualitas imajinasinya yang mengalun. Hal itu membuat para pembaca tidak bisa tidur, terus terngiang di sela bab-babnya. Saya sendiri membutuhkan waktu kurang dari seminggu untuk menghabiskan imajinasi-imajinasi Aroma Karsa .

Transformasi dalam Cerpen Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi karya Aan Mansyur

Cerpen Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi merupakan salah satu cerpen yang terhimpun dalam antologi cerpen “Kukila” Aan Mansyur (2015). Dalam antologi ini, terdapat 16 judul cerpen. Judul Celana Dalam Rahasia Terbuat dari Besi dan Sehari Setelah Istrinya dimakamkan pernah terbit di buku “Perkara Mengirim Senja”, (Serambi, 2012). Hampir semua cerita yang disuguhkan dalam antologi “Kukila” bernuansa misteri cinta yang romantis.

Permodelan Makna di Warganet

Gambar
Warganet merupakan padanan kata dari netizen atau yang lebih umum disebut dengan para pengguna internet. Dua kata tersebut hampir memiliki arti kata yang sama, yakni suatu kelompok yang menggunakan atau menjadikan internet sebagai media komunikasinya. Di dalam lingkungan warganet, informasi disebar melalui media sosial (Facebook, Instagram, Line, Twitter, dll) . Melalui media tersebut, warganet berinteraksi satu-sama lain, dan saling tukar informasi apa pun secara berkelanjutan tanpa henti-serta dengan kecepatan yang luar biasa cepat. Tetapi, yang jadi permasalahan atas hal itu adalah tidak ada filterisasi informasi dalam interaksi yang begitu luar biasa tersebut.   Semua pesan atau informasi yang diberikan tidak mengalamai proses editing atau seleksi (validasi). Warganet bisa dengan mudah menyebar segala bentuk pesan dan informasi kepada khalayak banyak tanpa adanya proses keabsahan. Tidak adanya proses editing dan validasi  membuat interaksi dalam lingkungan warganet me...