Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Wanita Klasik

Di depan televisi aku menyaksikan adegan drama yang penuh dengan kemesrahan. Dua bintang yang sedang naik daun sedang beradu mesra ,g esture tubuhnya sangat merasuk ke dalam hati ,g emulai penuh dengan pengkhayatan. Lakon pria itu nampak girang dengan lawan mainnya ,pemeran wanitanya seakan dilahap habis tanpa sisa. Dekapan dan pelukan yang tertuang terasa penuh makna, erat , tak ingin lepas. Ditambah lagi isak tangis sang Gadis yang mengerang. Aku yang menyaksikannnya merasa terbawa ke dalam suasana , h anyut ke dalam irama yang romantis. Saat itu malam, hawa dingin semakin membuat aku tenggelam ke dalam alur cengkrama drama. Lakon pria itu sungguh tampan dan penuh dengan kharisma. Wajahnya yang sedikit dipenuhi rambut-rambut lembut menandakan ia lelaki sejati. Seperti sosok yang selalu aku idam-idamkan sebagai pendamping hidup.

Di Samping Sakura

Gambar
Waktu sudah tengah malam, darah itu akan menetes dan ditampung dalam sebuah gelas kaca ukuran 25ml. Darah itu diperas seorang diri. Hanya dibantu oleh silet yang masih bersegel, darah itu menetes secara pelan dan pasti. Ikol hanya memejam dan sesekali akan melihat darahnya menetes memenuhi gelas kaca itu. Perempuan itu akan tersenyum kecil begitu rasa nyeri dan pedih menjalar ke seluruh tubuhnya. Bola matanya menari melihat tetesan darah itu, nyengir

Debu Kacamata

Gambar
Masa lalu manusia selalu indah untuk dikenang betapa pun pedihnya hal itu. Ikol, perempuan yang selalu mengenakan kacamata dengan rambut panjang yang selalu dijepit pinggir, memahami hal itu. Ia selalu memunyai mimpi yang dapat menembus waktu, lalu ia akan kembali ke suatu masa yang sangat lalu, massa kecil. Di sana, ia ingin bertanya pada orang tuanya, mengapa aku dan engkau begini?

Kuda Lope

Aku masih ingin sendiri menikmati rembulan dari tepi kolam lele. Perempuan itu meratap genangan air yang tenang. Di depan rumah bertingkat tempat ia tinggal, ada sepetak tanah yang berupa kolam lele. Jika malam datang dan tidak hujan, saat bintang sedang mesrah-mesrahnya berdialog dengan bulan, perempuan itu melamun. Aku ingin sendiri beberapa waktu sampai nanti. Pandangan perempuan itu kosong, sesekali ia akan tersenyum saat melihat rona wajahnya di genangan air kolam itu. Senyumnya sangat manis. Pernah suatu ketika, saat itu malam benar-benar cerah sebelum tiba-tiba menjadi mendung. Kata orang yang menyaksikannya waktu itu, perempuan itu sedang menguntaikan senyumnya sehingga para gemintang cemburu. Efek senyum itu sungguh dahsyat, kata salah seorang lagi. Manis, tanpa pemanis buatan. Kalau saja bidadari itu benar adanya, perempuan itu sosok yang nyaris mendekatinya. Seharian cuaca sangat mendung tetapi tak kunjung hujan. Banyak orang beranggapan perempuan itu sedang sedi...

Gentayangan di Pasar Malem

Gambar
Rumahmu sudah dipenuhi banyak orang yang membawa beras. Semua menggunakan penutup kepala. Sementara doa-doa menyesaki setiap sudut ruangan. Di dalam kamar, ibumu sudah hampir kehabisan airmata, hanya saja dia memilih terus menangis, tenggelam dalam duka. Saudara-saudaramu juga demikian, semua menangis, kecuali perasaan yang tidak mampu merasakan kebaikan.

Koper Sofiana

Gambar
Aku disuruh menunggu di sini. Koper itu ditinggalkannya begitu saja. Entah apa isinya, aku tidak berani membuka. Sofiana hanya menyuruhku duduk dan menunggunya. Aku hanya mengangguk, dia terlihat keburu. Aku tidak bisa mencegahnya, hanya bisa mengamatinya. Di Bandara International Juanda dia pergi.   Sementara aku di suruh menunggu di sini.

Pejam Laraku

Gambar
Aku masih ingat sore itu, di bawah gerimis di daun jendela ada surat masuk entah dari mana. Aku merasa sangat mengenal ejaan pesan itu. Bukan merpati atau pun tukang pos bersepeda yang mengantarkannya padaku, melainkan sebuah masa lalu. Aku masih mengingatnya. Hingga sekarang, aku dekap dalam-dalam nama pengirim itu. Setiap malam aku selalu membayang wajah tanpa tahu sosok. Semua terlukis begitu saja lewat kata, kalimat, dan berakhir dengan air mata. Kuas-kuas cat air tak pernah sampai pada titik akhir goresan. Semua terasa mengambang tak mampu mengejawantahkan. Pernah suatu malam aku berbiacara pada apa pun termasuk angin yang merembet dari celah pintu. Katanya, “Kau gagal melukiskannya walaupun kau bisa membayangkannya”. Mendengar itu, sempat ingin kulempar mulut daun pintu itu sebelum dia memilih untuk tidak meneruskan celotehannya. Sebelum tidur aku selalu menyebut namanya. Hal itu semacam mantra untuk masuk ke dunia mimpi. Aku belum mengalami mimpi buruk semenjak percaya...

Buah Ranum di Dada Santi

Tubuh indah   seperti lekuk gitar Spanyol, tetapi kalau bagian dadanya tidak dibungkus sama saja. Seperti menu restoran: tidak lengkap dan tak menarik. Itu yang pernah dikatakan Santi pada temannya dulu. Semenjak sesuatu di bagian dadanya itu ranum, Santi sudah tahu dan memahami apa yang harus ia lakukan. Mula-mula ia memerhatikan orang-orang dewasa di sekitarnya. Hingga akhirnya ia menyimpulkan. Bagian yang menonjol itu harus dirawat dan pastinya diindahkan. Hal itu tercetus ketika ia melihat acara televise yang dibintangi artis Julia Paris.

Diperkosa Wanita

Gambar
Keadaanku sudah di ujung penat. Pundak ini terasa tertindih beban berat. Hari ini sungguh melelahkan bagiku. Pekerjaan tiada henti berdatangan, ini tidak seperti biasanya. Mungkin ini akan berlangsung selama 3 hari ke depan. Hal itu dikarenakan teman kerjaku satu-satunya sedang izin tidak masuk kerja untuk mengurusi acara pernikahannya. Sebuah keadaan yang sangat bahagia, tetapi tidak dengan diriku yang harus meng handle pekerjaannya. Aku lihat jam dinding itu, bentuknya mulai terlihat sedikit samar, dan ternyata waktu sudah cukup larut. Mataku yang dari tari beradu dengan layar komputer sudah cukup memberi efek pusing pada kepala ini. Sorot lampu komputer yang dari tadi pagi diserap mataku dengan telanjang membuat semua itu sudah sewajarnya. Aku sudah lelah. Tanpa berpikir panjang aku langsung close data pekerjaanku, aku ingin segera pulang. Kantor ini sudah sepi tiada penghuni selain aku dan cicak-cicak yang merambat di dinding. Ditambah lagi suasana hening yang mencekam. Aku...