Postingan

Optimalkan PPDB, SMP Kawung 1 Lakukan Penghijauan Sekolah

Gambar
Tidak ada yang terlambat dalam masalah mencintai lingkungan. Lingkungan yang nyaman, bersih, asri, dan sejuk bakal mendukung kegiatan belajar. Itu yang coba dihadirkan SMP Kawung 1 Surabaya.

Guru SMP KAWUNG 1 Padukan Literasi dengan Demokrasi Lewat Mading

Gambar
Mading (majalah dinding) sebagai wadah literasi tidak pernah pudar. Gempuran teknologi digital tidak membuatnya kehilangan tempat. Itu sebabnya, para guru khususnya guru Bahasa Indonesia selalu menjadikan mading sebagai salah satu tugas yang harus dipenuhi siswa. Tidak terkecuali dengan Kartika Purwaningtyas, S.Pd Kali ini, Guru tersebut menjadikan mading sebagai ujian praktik kelas IX SMP Kawung 1 Surabaya tahun ajaran 2019/2020. Menurutnya, “Ada kesesuaian yang kuat antara mading dan pelajaran bahasa Indonesia. Khususnya pada materi akhir kelas IX, literasi.” Mulanya, guru tersebut menjelaskan sekaligus memberi contoh bentuk mading yang sudah jadi. Kemudian, beliau menentukan konten apa saja yang harus termuat. “Total ada 5 konten utama. Foto lucu, tutorial unik, iklan menghibur, pengetahuan populer, dan quotes . Masing-masing konten bisa 3 sampai 4 tulisan,” terangnya saat diwawancari di ruang guru. Semua konten itu bisa dicari via daring (medsos), khususnya instagram...

Perkuat Bekal Kreatifitas Anak Lewat Modern Calligraphy

Gambar
Minggu (4/8), jalanan gang 3A kampung Darmorejo itu sudah tidak bisa dilalui orang.   Di gang yang muat untuk dua sepeda motor itu, dijadikan tempat loka karya modern calligraphy. Dengan perlengkapan sederhana, loka karya tersebut berhasil membuat ibu-ibu berdiri rapi di belakang melihat anaknya mengukir garis dan huruf. Pemuda Darmorejo Sholehuddin selaku pembina kartar setempat ingin generasi muda kampungnya mulai mencintai seni dan literasi. “Kemajuan zaman di era global saat ini, persaingan hidup akan ketat. Maka generasi muda harus punya bekal,” katanya Darmorejo gang 3A tahun ini ikut lomba KP-KAS (kampung pendidikan kampunge arek Surabaya) kategori kampung literasi. Kegitan loka karya ini termasuk salah satu agenda prosesnya. Seni modern calligraphy dipilih karena dirasa sangat tepat sebagai bekal sederhana. Pengembangan dan penerapannya yang mudah diharapkan mampu mendorong kreatifitas anak-anak. Bersama mahasiswa KKN Sholehuddin yang sudah malang-melintang ...

Perempuan dalam Ekstasi Komunikasi

Gambar
Kehidupan manusia awal abad 21 ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi dan komuniakasi (TIK). Bahkan, informasi itu sendiri sudah menjadi konsumsi wajib di setiap waktunya. Mulai bangun pagi, hingga menjelang tidur, manusia mengonsumsi informasi secara rutin. Dulu, kita berlomba-lomba mencari informasi. Sifatnya yang sangat sulit terjangkau menjadikan informasi itu sangat penting dan berharga. Masa itu telah lewat. Sekarang, informasi itu hadir dalam keberlebihan, keberlimpahan, dan keberagaman. Informasi kini hadir seperti udara dalam kehidupan ini, begitu kuat, banyak, pokok, namun receh. Perkembangan TIK luar biasa pesat ketimbang intelektual manusia itu sendiri. Dua hal itu berjalan tidak berdampingan, meskipun TIK adalah hasil dari buatan Manusia. TIK pada dewasa ini menghasilkan hal yang sangat berlebihan, terutama produk informasinya. Keberlebihan itulah yang pada akhirnya mampu mengontrol, mengendalikan, merangsang, membujuk, merayu, mengekploitasi pelakunya. Ji...

Lampu Lalu Lintas Made In Kawung 1

Gambar
Lampu lalu lintas biasanya kita temui di pertigaan, perempatan, dan penyebrangan jalan. Kali ini, kita bisa menemuinya di SMP Kawung 1, hanya saja yang ini adalah tiruannya.

Kolaborasikan Seni

Gambar
Mengkolaborasikan karya seni salah satu bentuk kreatifitas yang tinggi. Minimal ada dua unsur seni yang dibutuhkan dalam hal itu. Hasil dari kolaborasi itulah yang mungkin akan membuat khasanah baru dalam referensi seni itu sendiri. Jumat, 15/2/19 besok, Subletter dan Doodle Art Surabaya akan menghadirkannya.

Kain Kafan Sebagai Media Gambar

Gambar
Surabaya (11/2/19), ada nuansa yang berbeda di mading SMP Kawung 1 Surabaya. Biasanya, mading hanya berisi artikel bahasa, berita sekolah, atau teks-teks lainnya. Kali ini papan berukuran 3x1,5m itu dipenuhi kain kafan bergambar. Di tangan Budi Agus Jatmiko, hal yang terkesan mistis itu berubah jadi hal yang bernilai seni. Kain kafan yang biasanya digunakan oleh kebanyakan orang sebagai pembungkus mayat, kali ini coba dialihfungsikan. Di awal semester genap (ajaran 2018/2019) ini, guru seni budaya itu mencoba menggunakan kain kafan sebagai bahan ajarnya. Kata guru yang suka dangdut itu, menjadikan kain kafan sebagai media sangat tepat dengan kompetensi dasar semester ini. Di semester ini ada kompetensi dasar ragam hias textile dan kayu, tuturnya. Hasil karya para siswa Kain kafan dipilih karena sifat kainnya yang murah dan mudah didapatkan. Serta warnanya yang putih membuatnya lebih mudah untuk digambar. Dalam penjelasannya saat jam istirahat, bapak dua anak tersebu...